Lecture Note Teknisi Elektromedis D3
Fokus: Pengoperasian dan Perawatan Teknis
Mesin anestesi adalah perangkat medis yang digunakan untuk menghasilkan, mencampur, dan mengirimkan gas anestesi kepada pasien selama operasi. Mesin ini juga berfungsi sebagai sistem ventilasi ketika pasien tidak mampu bernapas secara spontan.
Bagi teknisi elektromedis, mesin anestesi merupakan alat yang memiliki kompleksitas tinggi karena menggabungkan:
| Gas Medis | Fungsi |
|---|---|
| Oksigen (O2) | Menjaga oksigenasi pasien |
| Nitrous Oxide | Gas anestesi tambahan |
| Medical Air | Campuran ventilasi |
Gas medis berasal dari dua sumber utama:
Regulator berfungsi menurunkan tekanan gas dari tabung yang sangat tinggi menjadi tekanan kerja mesin anestesi.
| Sumber | Tekanan |
|---|---|
| Tabung Oksigen | 2000 psi |
| Tekanan kerja mesin | 50 psi |
Flowmeter mengatur jumlah aliran gas yang masuk ke sistem anestesi. Jenis yang paling umum adalah rotameter.
Prinsip kerja: gas mengalir dari bawah, mengangkat float, dan posisi float menunjukkan besarnya aliran gas dalam liter per menit.
Vaporizer mengubah anestesi cair menjadi gas anestesi yang dicampurkan ke dalam aliran gas pasien.
| Jenis Obat | Konsentrasi |
|---|---|
| Isoflurane | 0 – 5 % |
| Sevoflurane | 0 – 8 % |
Breathing circuit merupakan sistem pipa yang menyalurkan gas anestesi ke pasien dan membawa gas ekspirasi kembali ke sistem.
Komponen utama:Soda lime digunakan untuk menyerap karbon dioksida yang dikeluarkan pasien.
Reaksi kimia:
CO2 + Ca(OH)2 → CaCO3 + H2O
Tanda soda lime harus diganti:| Pemeriksaan | Tujuan |
|---|---|
| Leak test | mendeteksi kebocoran sistem |
| Kalibrasi flowmeter | akurasi aliran gas |
| Kalibrasi vaporizer | akurasi konsentrasi anestesi |
| Uji ventilator | akurasi volume napas |
| Pemeriksaan alarm | keselamatan pasien |
Mesin anestesi adalah salah satu alat paling kritis di ruang operasi. Kesalahan kecil dapat menyebabkan komplikasi serius bagi pasien.
Teknisi elektromedis harus memastikan bahwa alat: