MESIN ANESTESI

Lecture Note Teknisi Elektromedis D3

Fokus: Pengoperasian dan Perawatan Teknis

1. Pendahuluan

Mesin anestesi adalah perangkat medis yang digunakan untuk menghasilkan, mencampur, dan mengirimkan gas anestesi kepada pasien selama operasi. Mesin ini juga berfungsi sebagai sistem ventilasi ketika pasien tidak mampu bernapas secara spontan.

Bagi teknisi elektromedis, mesin anestesi merupakan alat yang memiliki kompleksitas tinggi karena menggabungkan:

Peralatan anestesi yang berumur lebih dari 10 tahun biasanya masih menggunakan sistem mekanik seperti rotameter flowmeter dan ventilator pneumatik sehingga pemahaman prinsip kerjanya sangat penting.

2. Fungsi Mesin Anestesi

Mesin anestesi memiliki beberapa fungsi utama:
Gas Medis Fungsi
Oksigen (O2) Menjaga oksigenasi pasien
Nitrous Oxide Gas anestesi tambahan
Medical Air Campuran ventilasi

3. Komponen Utama Mesin Anestesi

Sistem Supply Gas

Gas medis berasal dari dua sumber utama:

Pressure Regulator

Regulator berfungsi menurunkan tekanan gas dari tabung yang sangat tinggi menjadi tekanan kerja mesin anestesi.

Sumber Tekanan
Tabung Oksigen 2000 psi
Tekanan kerja mesin 50 psi

Flowmeter

Flowmeter mengatur jumlah aliran gas yang masuk ke sistem anestesi. Jenis yang paling umum adalah rotameter.

Prinsip kerja: gas mengalir dari bawah, mengangkat float, dan posisi float menunjukkan besarnya aliran gas dalam liter per menit.

Vaporizer

Vaporizer mengubah anestesi cair menjadi gas anestesi yang dicampurkan ke dalam aliran gas pasien.

Jenis Obat Konsentrasi
Isoflurane 0 – 5 %
Sevoflurane 0 – 8 %

Breathing Circuit

Breathing circuit merupakan sistem pipa yang menyalurkan gas anestesi ke pasien dan membawa gas ekspirasi kembali ke sistem.

Komponen utama:

Soda Lime

Soda lime digunakan untuk menyerap karbon dioksida yang dikeluarkan pasien.

Reaksi kimia:

CO2 + Ca(OH)2 → CaCO3 + H2O

Tanda soda lime harus diganti:

4. Prosedur Pengoperasian

Pre Use Check

Langkah yang harus dilakukan sebelum alat digunakan:

Leak Test

Langkah sederhana: Jika tekanan turun berarti terdapat kebocoran.

5. Perawatan Mesin Anestesi

Preventive maintenance biasanya dilakukan setiap 6 bulan. Checklist teknisi elektromedis:
Pemeriksaan Tujuan
Leak test mendeteksi kebocoran sistem
Kalibrasi flowmeter akurasi aliran gas
Kalibrasi vaporizer akurasi konsentrasi anestesi
Uji ventilator akurasi volume napas
Pemeriksaan alarm keselamatan pasien

6. Troubleshooting Umum

Reservoir bag tidak mengembang

Kemungkinan penyebab:

Tekanan terlalu tinggi

Pasien mengalami hipoksia

7. Catatan untuk Teknisi Elektromedis

Mesin anestesi adalah salah satu alat paling kritis di ruang operasi. Kesalahan kecil dapat menyebabkan komplikasi serius bagi pasien.

Teknisi elektromedis harus memastikan bahwa alat: