1. Tujuan Praktikum
Mahasiswa diharapkan mampu:
- Mengenali komponen utama mesin anestesi
- Mengidentifikasi sistem gas dan ventilasi
- Mengamati valve, regulator, dan indikator
- Memahami fungsi setiap komponen
- Menganalisis prinsip kerja mesin anestesi
- Memahami kompetensi teknis yang harus dimiliki teknisi elektromedis
Peralatan di laboratorium adalah alat bekas dan tidak terhubung dengan instalasi gas atau listrik.
Pengamatan difokuskan pada identifikasi komponen, konektor, mekanisme pengatur,
dan pemahaman prinsip kerja alat.
2. Objek Pengamatan
Mesin anestesi yang diamati:
| No |
Merk |
Model |
Negara |
| 1 |
Acoma |
Pro-55V |
Jepang |
| 2 |
Hayer |
Markomat-M |
Jepang |
3. Peralatan Pengamatan
Mahasiswa perlu membawa:
- Smartphone untuk dokumentasi foto
- Buku catatan praktikum
- Pulpen / pensil
- Meteran kecil (opsional)
4. Prinsip Pengamatan
Pengamatan dilakukan secara sistematis dari:
- Bagian luar mesin
- Sistem gas
- Sistem pengatur aliran
- Sistem vaporizer
- Sistem breathing circuit
- Sistem ventilator
- Sistem keselamatan
5. Langkah Observasi
Langkah 1 – Identifikasi Umum Alat
Catat informasi berikut:
| Parameter |
Catatan |
| Merk alat |
|
| Model alat |
|
| Negara pembuat |
|
| Perkiraan tahun produksi |
|
| Kondisi alat |
lengkap / tidak lengkap |
Langkah 2 – Pengamatan Struktur Fisik
Perhatikan:
- kerangka mesin
- meja kerja
- rak vaporizer
- roda alat
- panel kontrol
Dokumentasikan:
- foto tampak depan
- foto tampak samping
- foto tampak belakang
Langkah 3 – Sistem Supply Gas
Amati konektor gas pada bagian belakang mesin.
Biasanya terdapat konektor untuk:
- Oksigen (O2)
- Nitrous Oxide (N2O)
- Medical Air
Catat:
| Jenis Gas |
Ada / Tidak |
Kondisi |
| Oksigen |
|
|
| Nitrous Oxide |
|
|
| Medical Air |
|
|
Foto yang harus diambil:
- konektor gas
- pressure gauge
- regulator
Langkah 4 – Flowmeter
Amati flowmeter pada panel depan.
Perhatikan:
- tabung kaca flowmeter
- float / bobbin
- skala aliran
- knob pengatur aliran
Catat:
| Jenis Gas |
Range Flowmeter |
Kondisi |
| Oksigen |
|
|
| N2O |
|
|
Foto:
- flowmeter keseluruhan
- detail skala flowmeter
Langkah 5 – Vaporizer
Amati unit vaporizer.
Perhatikan:
- jenis vaporizer
- knob pengatur konsentrasi
- indikator konsentrasi
- port pengisian anestesi cair
Catat:
| Jenis Vaporizer |
Obat |
Kondisi |
|
|
|
Langkah 6 – Breathing System
Amati bagian sistem pernapasan.
Komponen yang harus diidentifikasi:
- reservoir bag
- inspiratory valve
- expiratory valve
- APL valve
- soda lime canister
Foto yang wajib diambil:
- reservoir bag
- canister soda lime
- valve inspirasi dan ekspirasi
Langkah 7 – Ventilator
Amati ventilator pada mesin anestesi.
Perhatikan:
- mode ventilator
- pengatur tidal volume
- pengatur respiratory rate
- pengatur tekanan
Langkah 8 – Sistem Keselamatan
Cari komponen berikut:
- oxygen fail safe system
- pressure relief valve
- alarm sistem
- scavenging port
6. Checklist Pengamatan
| Komponen |
Ada |
Tidak Ada |
Kondisi |
| Flowmeter |
|
|
|
| Vaporizer |
|
|
|
| Reservoir Bag |
|
|
|
| Soda Lime Canister |
|
|
|
| Ventilator |
|
|
|
| APL Valve |
|
|
|
| Pressure Gauge |
|
|
|
7. Analisis Mahasiswa
Setelah pengamatan, mahasiswa harus mampu menjelaskan:
- fungsi setiap komponen mesin anestesi
- alur gas dari supply sampai ke pasien
- fungsi ventilator anestesi
- fungsi vaporizer
- fungsi sistem keselamatan
8. Kompetensi Teknisi Elektromedis
Dari pengamatan ini mahasiswa diharapkan memahami bahwa teknisi elektromedis harus memiliki kemampuan:
- memahami sistem gas medis
- memahami ventilator medis
- mendeteksi kebocoran sistem
- melakukan kalibrasi flowmeter
- melakukan perawatan vaporizer
- melakukan troubleshooting mesin anestesi
9. Laporan Praktikum
Laporan harus berisi:
- foto hasil pengamatan
- identifikasi semua komponen
- penjelasan fungsi komponen
- diagram alur kerja mesin anestesi
- analisis kondisi alat di laboratorium